Bid’ah Khasanah

Benarkah tidak ada Bid’ah Khasanah?

Jawaban

Bid’ah hasanah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul saw dengan tanpa melanggar syariah, dan dengan tujuan maslahat Muslimin dengan landasan Hadits Rasul saw : “Barangsiapa yg membuat ajaran kebaikan (pahala) dalam islam (tidak melanggar syariah), maka baginya pahalanya, dan barangsiapa yg membuat ajaran buruk (dosa) maka baginya dosanya”. (HR Muslim).

Orang yg menafikan Bid’ah hasanah, maka ia menafikan dan membid’ahkan Kitab Al Qur’an, karena tak ada perintah Rasul saw untuk membukukannya dalam satu kitab, dan itu adalah Ijma’ shahabiy radhiyallahu’anhum.

Demikian pula Kitab Bukhari, Muslim, dan seluruh kitab hadits., karena pengumpulan hadits Rasul saw dalam satu kitab merupakan Bid?ah hasanah yg tak pernah diperintahkan oleh Rasul saw.

Demikian pula ilmu Nahwu, sharaf, Musthalahulhadits, dan lainnya hingga kita memahami derajat hadits, inipun semua Bid’ah hasanah.

Demikian pula shalat Tarawih berjamaah, demikian pula ucapan Radhiyallahu atas sahabat, tidak pernah diajarkan oleh Rasul saw, tidak pula oleh sahabat, walau itu disebut dalam alqur’an bahwa mereka para sahabat itu diridhoi Allah, namun tak ada dalam Ayat, atau Rasul memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu utk sahabatnya, namun karena kecintaan Tabi’in pada sahabat, maka mereka menambahinya dengan ucapan tersebut. Dan ini merupakan Bid’ah hasanah dengan dalil hadits diatas.

Lalu muncul kini pula Al Qur’an yg di kasetkan, di CD kan, di program di Handphone, diterjemahkan, apa ini semua?, ini semua Bid’ah..!, namun Bid’ah hasanah, maka semakin mudah pula bagi kita untuk mempelajari Al Qur’an, untuk selalu membaca Al Qur’an, untuk menghafal Al Qur’an..dan tidak ada yg memungkirinya termasuk mereka sekte wahabi.

Coba kalau Al Qur’an belum dibukukan oleh sahabat, masih bertebaran di tembok tembok, di kulit onta, di hafalan dan sebagian ditulis.., maka akan muncul beribu ribu alqur’an di zaman ini, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya, masing masing dg riwayat sendiri dan hancurlah Al Qur’an.. namun dengan adanya Bid’ah hasanah inilah kita masih mengenal Al Qur’an dengan utuh.

Demikian pula berkat Bid’ah hasanah ini pula kita masih bisa mengenal Hadits.

Dan bahwa menghadiahkan Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir, Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yg Jelas di Shahih Muslim bahwa seorang wanita bersedekah untuk Ibunya, dan adapula riwayat lain bahwa seorang sahabat menghajikan Ibunya yg telah wafat, dan Rasul saw pun menghadiahkan Sembelihan beliau saw untuk dirinya dan untuk ummatnya, dan hal ini merupakan Jumhur Ulama seluruh madzhab, dan tak ada yg memungkirinya, dan perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab Syafii, bila si pembaca tak mengucapkan bahwa ‘Kuhadiahkan’, atau wahai Allah kuhadiahkan sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..?, bila hal ini tidak disebutkan maka sebagian Ulama Syafi’iyah mengatakan pahalanya tak sampai. Maka tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya, tapi berikhtilaf adalah pd Lafadznya.

Demikian pula Ibn Taimiyyah yg menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang Intifa’ min ‘amalilghair (mendapat pahala atau manfaat dari amal selainnya). (Rujuk Tahqiiqul Aamaal, fiima yanfa?ulmayyit minal a?mal- Imam Muhammad bin Alwi Almalikiy)

Mengenai ayat : “DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI APA YG DIPERBUATNYA”, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah mansukh dg ayat (DAN ORAN ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN KEIMANAN), dan pula hadits yg mengatakan bahwa bila wafat keturunan adam, maka putuslah amalnya terkecuali 3, shadaqah Jariyah, Ilmu yg bermanfaat, dan anaknya yg berdoa untuknya, maka orang orang lain yg mengirim amal, dzikir dll untuknya ini jelas jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasul saw menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yg dihadiahkan untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Al Qur’an untuk berdoa : “WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH DOSA2 KAMI DAN BAGI SAUDARA SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN”, (QS Al Hasyr-10)

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: