Kalau hal tersebut diperbolehkan, lalu bagaimana cara melakukan tawasul yang benar agar jangan sampai saya terjebak kedalam sifat syirik, sebab saya sering sekali melihat tayangan di TV orang-orang yang datang ke kuburan para wali Allah (seperti wali songo contohnya) mereka ada yang membakar kemeyan di sana, bersemedi, dan juga entah ritual2 apa lagi yang mereka lakukan di pemakaman tersebut (apakah cara2 tersebut dibenarkan?).
Demikian pula tawassul, karena tawassul adalah doa kepada Allah, bila anda menuju makam untuk berziarah, berdoalah kepada Allah, misalnya anda berdoa sebagaimana doa Rasul saw : Wahai Allah, Demi orang orang yg bermunajat pada Mu, Demi orang orang yg Bersemangat kepada keridhoan Mu, Demi langkahku ini, atau dengan tawassul menyebut nama sebagaimana Rasul saw menyebut Demi para Nabi sebelumku.. atau misalnya Wahai Allah, Demi Ahlul Badr, atau Demi Muhajirin dan Anshar, atau Demi Ruku dan Sujudnya para wali Mu, atau menyebut nama mereka sebagaimana Rasul saw menyebut nama para malaikat.
Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yg berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yg lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yg sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik.
Mereka yg berkemenyan, sajen dlsb itu, tetap tak mungkin kita pastikan mereka musyrik, karena kita tak tahu isi hatinya, sebagaimana Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yg membunuh seorang pimpinan Laskar Kafir yg telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah betapa murkanya Rasul saw saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : “APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..!!”, lalu Usamah ra berkata: “Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah..”, maka beliau saw bangkit dari duduknya dg wajah merah padam dan membentak : “APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA!!!”, lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : “APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA!!!”, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : “APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA!!!”, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 dan hadits yg sama no.159)
Dan juga dari peristiwa yg sama dg riwayat yg lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yg kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : “MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..!”, Usamah menjawab : “Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat kuangkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah..”, lalu Rasul saw menjawab : “LALU KAU MEMBUNUHNYA..!!”, Usamah ra menjawab : “benar”, maka Rasulullah saw berkata : “APA YG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..!!”, maka Usamah berkata : “Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah”, Rasul saw menjawab dengan ucapan yg sama : “APA YG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..!!”, dan beliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160)
Kita tak bisa menilai orang yg berbuat apapun dengan tuduhan syirik, dia berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan dosa besar, dan Bid’ah munkarah yg dimurkai Allah swt, namun tak mungkin kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia ber ikrar dengan lidahnya.
Satu contoh, seorang muslim sebelum shalat ia mandi air kembang, lalu menaruh keris di pinggangnya, lalu ia shalat, musyrikkah ia?,
Hati hatilah dengan ucapan syirik, bila seseorang muslim lalu musyrik, maka pernikahannya batal, istrinya haram dikumpulinya, jima dengan istri terhitung zina, anaknya tak bernasab padanya, kewaliannya atas putrinya tidak sah, dan bila keluarganya wafat ia tak mewarisi dan bila ia wafat tak pula diwarisi, ia diharamkan shalat, diharamkan dikuburkan di pekuburan muslimin.
Saran saya, berziarahlah kubur bila anda berkenan, dan palingkan pandangan dan sangka buruk dari mereka yg bertaburan menyan dan kembang dlsb, jangan sesekali menuduh mereka musyrik, mungkin hati mereka musyrik, tapi kita dimurkai Rasul saw bila menuduhnya.
Bila anda selesai berziarah, ada baiknya anda menyalami mereka dan dengan senyum hangat anda memberi mereka hadiah Al Qur?an, dan katakanlah : “Wahai Tuan, para Sunan dan wali songo itu mempunyai kesenangan dan kegemaran, dan mereka akan senang bila Tuan mengamalkan kegemaran dan amal mereka”, pastilah serta merta mereka akan bertanya dg sigap..apakah kegemaran mereka?, jawablah dengan lembut dan berwibawa : “Mereka siang malamnya asyik dengan Al Qur’an.. pasti Tuan akan disayangi mereka bahkan disayang Allah bila asyik membaca Al Qur’an, Nah..ini saya hadiahkan pada tuan, barang yg paling disayangi oleh Para Wali dan Sunan”.
Tags: Tawasul